Cemburu adalah perasaan negatif ketika
kita menghadapi kemungkinan kehilangan sesuatu yang kita rasa adalah
milik kita karena diambil oleh orang lain. Perasaan ini biasanya
melibatkan 3 orang yakni anda, orang yang kita inginkan dan seorang lagi
yang berpeluang untuk menggagalkan niatan anda. Cemburu membuat
seseorang menaruh curiga dan prasangka buruk, bukan hanya kepada orang
yang dicemburui tetapi juga ada pihak lain yang berperan disitu. Cemburu
menjadi suatu emosi yang sangat merusak dalam kehidupan seseorang.
Cemburu adalah tipe dosa yang tercatat di Yesaya 14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Cemburu tidak saja merusak relasi tetapi juga menghancurkan persaudaraan dalam keluarga.
Cemburu tidak saja merusak relasi tetapi juga menghancurkan persaudaraan dalam keluarga.
Cemburu dapat terjadi juga karena
perasaan iri terhadap keadaan dan kemampuan saudaranya. Adik dapat
cemburu kepada kakak karena kakaknya merasa lebih berbakat, lebih baik
keadaan, lebih tampan bagi pria/lebih cantik bagi wanita begitu juga
sebaliknya. Cemburu menimbulkan perasaan tidak senang atau perasaaan
benci dan memusuhi.
Ada
suatu kecenderungan bahwa cemburu bersifat pribadi dimana targetnya
adalah seseorang yang dianggap sebagai saingan atau ancaman. Yakub
targetnya Esau, anak-anak Yakub targetnya Yusuf. Berbahayanya cemburu
sering menyebabkan kekerasan secara fisik, emosi juga verbal seperti
memaki, memfitnah, mengkritik maupun secara fisik. Contoh kasus
keluarga Ishak-Ribka (Kej. 25-27), mereka memiliki anak kembar Yakub dan
Esau. Dan dalam pertumbuhan kedua anak itu muncul kecemburuan diantara
mereka berdua. Yakub cemburu karena ayahnya lebih dekat dengan kakaknya,
menurut Yakub, Esau lebih dikasihi dan lebih disayang. Yakub juga
cemburu karena keadaan Esau lebih baik karena ia yang akan menerima hak
kesulungannya.
Penyebab cemburu dalam keluarga
Adanya latar belakang atau warisan/teladan, diajarkan dari keluarga,
Kecemburuan yang tidak terselesaikan menular dan berdampak kepada
generasi berikutnya. Cemburu Yakub kepada Esau turun kepada anak-anaknya
dimana anak-anaknya mencemburu terhadap saudaranya sendiri yaitu Yusuf.
Cemburunya Yakub tidak berhenti disitu tetapi turun kepada
anak-anaknya. Dalam hal ini seorang ayah yang cemburu melahirkan
anak-anak yang cemburu.Pengalaman yang melukai, Yakub cemburu karena pengalaman ayahnya yang pilih kasih, saudara-saudara Yusuf cemburu karena ayahnya yang pilih kasih, Kain cemburu dengan Habel karena menurutnya Allah juga pilih kasih.
Perasaan bahwa ada hak yang dilanggar. Cemburu biasanya melibatkan perasaan memiliki, dan orang yang merasa haknya dilanggar atau tidak diberikan sering merasa cemburu kepada orang-orang yang dianggap merebut hak atau mendapatkan hak tersebut. Misalnya seorang kakak yang merasa tidak dihargai, dan merasa cemburu karena melihat adiknya lebih dihargai dari dirinya.
Munculnya rasa cemburu dalam hubungan kakak dengan adik
Orang tua yang pilih kasih;
orang tua perlu menekankan pentingnya keseimbangan dalam mengasihi
anaknya, karena banyak celah bagi orang tua untuk berlaku tidak
seimbang. Misalnya orang tua lebih mengasihi karena yang laki-laki
daripada anak perempuan, mengasihi yang lebih pinter, lebih rajin, lebih
taat, dll. Pada dasarnya setiap anak memiliki perbedaan, kelebihan dan
keunikan tetapi hal itu tidak mengubah orang tua untuk tetap mengasihi
secara seimbang.Ada unsur pembanding dalam kehidupan seorang anak; ada orang tua yang memberikan sesuatu secara sembunyi-sembuyi supaya tidak diketahui anaknya yang lain. Dan ketika anak itu tahu maka ia akan cemburu.
Memberi kesempatan yang sama tanpa melihat fungsi dan kemampuan penerima; ada orang tua yang memberikan kepada anak-anaknya sama dan merata tanpa mempertimbangkan fungsi untuk si anak dan kemampuan anak.
Dampak – Reaksi Cemburu dalam keluarga
Cemburu terhadap saudaranya dapat menjadi seperti sebuah pedang bermata dua, melukai saudaranya dan merugikan diri sendiri.
-
Putusnya tali persaudaraan
- Curiga, kakak adik yang cemburu cenderung selalu menaruh curiga apa yang dilakukan atau apa yang diterima dari orang tuanya.
- Kemarahan yang cenderung menyerang, Genesis 27:41 Esau menaruh dendam kepada Yakub, Genesis 37:18
Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
- Berpikir Negatif
atau berbohong, Genesis 37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita
lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor
binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana
jadinya mimpinya itu!” .
-
Egois, kakak beradik yang cemburu cenderung menjadi egois dan tidak memikirkan saudaranya
Firman Tuhan tentang cemburu
- 1 Corinthians 13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
- 1 Corinthians 13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
- Proverbs 6:34 Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam;
- Proverbs 27:4 Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?
Prinsip-prinsip mengatasi Cemburu dalam persaudaraan
Sadarilah
kecemburuan Anda dengan saudara Anda; Kita perlu menyadari ada perasaan
cemburu dan menyadari apa yang menyebabkan rasa cemburu itu.Berdoa mengakui di Hadapan Tuhan untuk setiap perasaan-perasaan yang dialami yang berhubungan dengan kecurigaan-kecurigaan apabila hal itu mengarah kepada rasa cemburu.
Saat Anda sedang cemburu, Tunjukkan dengan sikap dewasa, Anda biasanya akan terlihat kekanak-kanakan. Wajar, karena perasaan semacam ini selalu identik dengan anak kecil. Maka, jika ingin menunjukan rasa cemburu ini, tunjukkan dengan cara yang dewasa. Berbicara bersama, meminta waktu untuk bisa menyampaikan perasaan-perasaannya.
- Bangun rasa percaya diri
- Berhenti bandingkan diri anda dengan orang lain
- Berhentilah merasa mempunyai hak atas kehidupan orang lain
- Percaya
Bangun rasa percaya diri Cemburu biasa adalah hasil dari ketidak percayaan akan kemampuan kita sendiri. Berhenti membandingkan diri anda dengan saudara Anda.