Senin, 04 Februari 2013

BERSYUKUR #3 Bersyukur di tengah penderitaan

Kita sering kali pada waktu menghadapi penderitaan lebih terfokus untuk penderitaan-penderitaan sehingga bagitu banyak orang bergumul untuk bersyukur. Bagaimana mungkin seseorang dapat bersyukur ketika sedang menderita? Itu sama saja mensyukuri penderitaan, dan itu adalah kebodohan. Biasanya orang yang menderita mengeluarkan kata-kata keluhan, umpatan, kemarahan bahkan caci maki dari mulutnya, dan bukan ucapan syukur. Saat keadaan seperti ini begitu banyak orang bergumul untuk melihat kebaikan Allah dari sudut pandang yang lain ketika seseorang menghadapi penderitaan.
Bersyukur adalah puncak sukacita hidup, tidak ada hal lain dalam kehidupan yang melebihi perasaan aman, hangat, nyaman, suka, karena berada dalam genggaman kuasa kasih karunia. Dari situlah mengalir ungkapan syukur di dalam orang yang hatinya ada kasih Allah. Kenyataan hidup yang tidak enak dan penderitaan menjadi penghambat untuk mengucap syukur.

Orang yang tidak dapat mengucap syukur adalah ciri orang yang tidak mengenal Tuhan. Romans 1:21
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
Syukur bukan sebagai kewajiban tetapi sebuah kesempatan. Syukur membuat kasih-karunia-Nya nyata untuk melihat keadaan dalam kendali dan kehendak Allah. Ephesians 5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. 1 Thessalonians 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Kedengarannya syukur berlawanan dengan penderitaan. Namun keduanya berhubungan erat. Jika orang tidak pernah merasakan penderitaan sedikit pun, rasa syukur sulit untuk dapat dirasakan dan dialaminya.
Daud menjadi contoh dalam mengungkapkan syukur ketika menghadapi penderitaan. Psalm 42:5
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Apakah itu penderitaan
Penderitaan merupakan bagian dari hidup setiap orang. Ia tidak memilih orang kaya atau orang miskin, orang yang berkuasa ataupun kaum lemah. Kristus telah menjadi teladan dalam menanggung penderitaan. 1 Peter 2:21-23
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
Ada beberapa penyebab orang mengalami penderitaan:
  • Akibat dosa yang dilakukan sendiri, Misalnya : menderita di penjara karena mencuri, sakit karena ulah kita sendiri, pilihan-pilihan yang keliru yang akhirnya berujung penderitaan.
  • Menanggung konsekwensi orang lain, Misalnya: kecelakaan karena orang lain (lalu lintas, kena bom, gempa) 1 Peter 2:19-20 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
  • Karena bencana alam (stunami, gempa, kemarau panjang, dll)
  • Menderita karena mengikut Kristus , 2 Timothy 2:9-10
    Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
Mengapa kita untuk tetap Bersyukur pada saat menderita?

  • Penderitaan bukanlah penghambat orang untuk tetap bersyukur. Hanya karena kasih karunia maka orang dapat menerima semua situasi dalam kehendaknya. Colossians 4:2
    Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. Fanny Crosby seorang komponis, dia harus menderita buta seumur hidup sejak usia dini oleh karena keteledoran seorang dokter, tetapi dia selalu bersyukur dalam penderitaannya dan berterimakasih kepada Tuhan karena semua itu anugerah-Nya.
  • Ada kemuliaan dibalik penderitaan 1 Peter 1:6-7
    Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
  • Tuhan tahu apa yg terjadi dalam hidup anak-Nya, Tuhan mengizinkan penderitaan itu terjadi, tahu tujuannya, dan tahu sampai sebatas mana kita sanggup menanggungnya, bahkan seburuk apapun untuk adalah mendatangkan kebaikan. Romans 8:28
    Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Mengapa orang menderita sulit bersyukur?

  • Fokus pada kelemahan/penderitaan
    Orang sering kali lebih mudah berfokus kepada penderitaan yang sedang dihadapi dari pada memikirkan yang positif. Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang dimiliki. Katakanlah orang yang merasa miskin maka yang dipikirkan adalah apa yang dimiliki. Orang ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya maka terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, hanya menikmati kesenangan. Orang tersebut tetap merasa tidak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.
  • Kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Sering kali merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
  • Tidak melihat kemurahan Allah, orang sering mengalami kesulitan bersyukur karena tidak merasakan kemurahan Allah dan semua yang dimiliki merasa hasil serih payahnya.
Langkah-langkah praktis

  • Mengakui perasaan menderita
  • Menyatakan kepada Allah
  • Meminta ampun
  • Menyerahkan penderitaan itu kepada Allah
  • Memulai mengucap syukur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar