Yakin tidak ya?
Orang sering tertipu, apabila memandang setiap hubungan di dalam kehidupan ini didasarkan perbuatan:
- Keselamatan dan statuka – hubungan kita dengan Allah
- Harga diri – hubungan kita dengan diri sendiri
- Rasa aman dan rasa memiliki – hubungan kita dengan orang lain
- Prestasi dan keberhasilan – hubungan kita dengan masyarakat
Contoh jemaat Galatia (Gal 4:4-7)
Perbedaan Hamba dan Anak
Hamba
- Diterima dan dihargai atas dasar apa yang dilakukan
- Memulai pekerjaan dengan perasaan kuatir dan cemas
- Diterima karena pekerjaannya.
- Diterima karena produktifitasnya dan perbuatan
- Ia akan aman apabila telah membuktikan kemampuannya melalui pekerjaan, besok memulai dengan cemas dan seterusnya
- Jika hamba gagal, pekerjaan menjadi taruhan dan mungkin akan kehilangan pekerjaan, kepercayaan tuannya atau di pecat
Seorang Anak
- Statuka
- Bersandar pada kasih saying dan rasa aman sebagai seorang keluarga
- Diterima karena hubungan keluarga
- Kedudukannya sebagai pribadi
- seorang anak akan aman sepanjang hari
- jika seorang anak gagal , ia akan berduka karena menyakiti hari orang tuanya dan akan sikapnya akan diperbaiki dan didisiplin ia tidak takut dibuang, keyakinan yang mendasar adalah pada perasaan dimiliki dna dikasihi dan perbuatannya tidak mengubah kestabilan posisinya.
Penyebab utama dari masalah emosi/rohani yang paling mengganggu orang Kristen ialah kegagalan menerima dan menjalani Kasih Karunia Allah.
Kehidupan Kristen yang didasarkan atas perbuatan-perbuatan dan tingkah laku kita berasal dari kesombongan diri.
Mengapa?
Kesombongan membangun kehidupan seseorang berdasarkan kebohongan-kebohongan. Kebohongan terjadi apabila segala sesuatu tergantung kepada apa yang kita lakukan dan seberapa baik kita melakukan pada usaha dan perbuatan kita. Bahaya dari kesombongan ini akan meluas ke setiap segi kehidupan dan menentukan terhadap hubungan-hubungan kita kepada Allah dalam hal keselamatan. Hubungan kepada diri sendiri dalam aspek harga diri dan hubungan kita dengan orang lain dimana ada rasa aman, kepuasan dan kesuksesan.
David Seamand menyimpulkan Kesombongan berlawanan dengan Kasih karunia. Tiga Penghambat Kasih karunia
- Bergantung pada diri sendiri (seberapa banyak kita berdoa, membaca FA bekerja dna bersaksi). Kasih karunia bebas untuk meminta kasih karunia bergantung pada Allah. Allah kita adalah sumber kasih karunia (1 John 4:16 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia) (1 John 4:8 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih ——- implikasinya: Apabila seseorang tidak mendasarkan kehidupannya dalam kasih karunia Allah, dapat dikatakan ia tidak hidup dengan Allah.
- Individualisme , Kasih karunia diterima melalui hubungan dengan Allah. Tidak ada orang Kristen berjuang sendiri. “tanpa Aku, engkau tidak dapat berbuat apa-apa”.
- Akttivisme, Anda akan dapat melakukan/menjadi/memperoleh apa saja yang benar-benar anda inginkan jika anda bekerja cukup keras. Kita harus menjadi pelaku (Yak 1:22) semua perbuatan baik diperintahkan kepada kita, namun tidak pernah sebagai suatu cara untuk memenangkan atau mendapatkan persetujuan Allah.
- Apakah anda menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan anda hidup dalam kasih karunia atau tidak?
- Mengerti dan merasakan Kasih karunia akan mengubah nilai, pola pikir seseorang terhadap Allah, diri sendiri dan orang lain. Apakah itu anda dapat rasakan?
- Seberapa penting kasih karunia dalam kehidupan orang percaya?
- Orang cenderung melihat kasih karunia saat keselamatan saja, berpikir bahwa kasih karunia baru dimulai saat keselamatan—- faktanya: kasih karunia Allah sudah ada bahkan sejak dunia belum dijadikan
- Banyak orang cenderung memandang bahwa setelah keselamatan tidak ada kasih karunia —- faktanya: kasih karunia menjadi dasar hidup orang percaya sampai pada akhirnya.
- Kasih karunia hanya untuk orang yang mengenal Yesus —- faktanya: kasih karunia Allah disediakan untuk setiap orang. Yang membedakan adalah bahwa orang yang percaya Allah dengan benar pastilah akan menghidupinya dengan cara yang benar
Saat orang tidak hidup dalam kasih karunia Allah, maka akan timbul kerusakan hubungan dengan :
- Allah — inilah mengapa orang memerlukan kasih karunia dari Allah
- Diri sendiri — orang akan mengalami keruskan identitas
- Orang lain —- muncul penghakiman, penipuan, kepahitan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar